KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN II OLEH INDRI KRISTIANA KOA,S.Pd_CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 4
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN II OLEH INDRI KRISTIANA KOA,S.Pd_CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 4
“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).Bob Talbert
Pengambilan keputusan merupakan cara memiliki pengaruh besardalam sebuah proses berjalannya organisasi, maka dalam modul 3.1 kali ini CGP diminta untuk melaksanakan refleksi terhadap materi-materi pada modul yang telah di pelajari dalam bentuk koneksi antar materi. Berikut ini beberapa panduan pertanyaan untuk membuat rangkuman kesimpulan refleksi CGP :
- Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?
- Berdasarkan pandangan KHD terkait Pratap Triloka yang dikenal dengan ing ngarso sung tuladha yang diartikan sebagai seorang pemimpin, guru hendaknya mampu memberikan contoh/tauladan kepada muridya, ing madya mangun karsa yang diartikan behwa seorang pemimpin mampu membangun karsa/kemauan atau pemberi semangat/motivasi, dan tut wuri handayani yang artinya seorang pemimpin mampu memberikan dukungan, arahan, dan semangat kepada muridnya. Berdasarkan hal tersebut guru sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu mengambil sebuah keputusan yang tepat dan bijaksana serta selalu berpihak kepada muridnya.
- Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
- Nilai-nilai tertanam dalam diri kita, seorang guru sifatnya berupa kebajikan universal meliputi hal-hal keadilan, tanggung jawab, kejujuran, bersyukur, lurus hati, berprinsip, integritas, ksih sayang, rajin, komitmen, percaya diri, kesabaran, dan lain sebagainya. inilah hal yang paling penting untuk dipupuk karena sebuah keputusan yang diambil oleh seseorang akan merefleksikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh orang tersebut karena dengan nilai-nilai yang dimilikinya seorang guru akan menjadi rujukan atau teladan yang baik bagi murid maupun bagi seluruh warga sekolah.
- Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.
- Pada konteks pembelajaran yang berpihak pada murid, coaching menjadi salah satu proses "menuntun" kemerdekaan belajar murid dalam pembelajaran disekolah.. Konsep coaching TIRTA sangat ideal apabila dikombinasikan dengan sembilan langkah pengambilan keputusan sebagai bahan evaluasi terhadap sebuah keputusan yang kita ambil
- Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?
- Seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran dikelasnya sudah seharusnya bisa mengetahui dan memahami kondisi sosial dan emosional muridnya. Dengan demikian, guru akan mampu mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana dalam menyelesaikan persoalan pembelajaran dikelas maupun dilingkungan sekolah.
- Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.
- Ketika seorang guru dihadapkan pada kasus yang berkaitan dengan dilema etika maupun bujuksn morsl maka diperlukan kompetensi sosial untuk mengambil suatu keputusan yang tepat. Seandainya ketika saya dihadapkan pada suatu kasus dilema etika, maka saya akan melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang dan saya akan berusaha menggunakan 3 prinsip pengambilan keputusan, 4 paradigma dan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan. Dari dasar keseluruhan nilai-nilai yang saya miliki. Nilai-nilai dalam diri seorang guru akan mampu mempengaruhi dirinya dalam mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianutnya adalah positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggungjawabkan, dan dilakukan demi kebaikan orang banyak.
- Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
- Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali terlebih dahulu kasud yang sedang terjadi apakah kasus atau permasalahan tersebut merupakan dilema etika atau bujukan moral. Kemudian pengambilan keputusan yang dapat kita lakukan yaitu dengan mempertimbangkan empat paradigma dilema etika selain itu kita juga harus melihat tiga prinsip pengambilan keputusan yang paling tepat, selanjutnya keputusan tersebut haruslah diambil dengan menggunakan sembilan langkah dan pengujian keputusan yangbenar, sehingga pada akhirnya guru sebagai seorang pemimpin pembelajaran akan mampu menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman untuk murid disekolahnya.
- Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?
- Saat dihadapkan dengan situasi dilema etika tentu adakalanya saya mengalami kesulitan-kesulitan dalam menjalankan pengambilan keputusan. Kesulitan bisa disebabkan karena berbagai faktor misalnya, karena masalah perubahan paradigma dan budaya yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun, masih minimnya pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki dalam menyelesaikan situasi permasalahan yang saya hadapi, kekhawatiran apakah keputusan yang saya ambil merupakan keputusan yang tepat, perbedaan sudut pandang yang menyebabkan sulitnya menemukan situasi atau kesepakatan yang dapat di teriman oleh setiap pihak yang terlibat.
- Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?
- Tentu saja, keputusan yang diambil oleh guru akan berpengaruh terhadap muridnya. Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam konteks merdeka, akan memberikan ruang bagi murid dalam proses pengajaran untuk merdeka mengemukakan pendapat dan mengekspresikan bakat dan potensi yang dimilikinya. Dengan demikian murid-murid dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan pilihannya sendiri tanpa paksaan dan campur tangan orang lain, karena pada dsarnya tujuan pembelajaran adalah dapat memberikan kebahagiaan dan keselamatanbagi murid.
- Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
- Dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, guru harus benar-benar memperhatikan kebutuhan belajar murid. Bila keputusan yang kita ambil sudah mempertimbangkan kebutuhan murid, maka merid dapat menggali potensi yang ada dalam dirinya dan kita sebagai pemimpin pembelajaran dapat memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya dan menuntun murid dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Sehingga dalam mengambil keputusan, akan berpengaruh terhadap kehidupan maupun masa depan murid
- Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
- Pengambilan keputusan adalah suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh guru dan harus berlandaskan kepada Filosofi Ki Hajar Dewantara yang dikaitkan sebagai pemimpin pembelajaran. Tentu saja hal ini dapat dilatih untuk semakin peka memahami suatu kasus dan dapat mengambil keputusan dengan tepat.
- pengambilan keputusan harus berdasarkan pada budaya positif yang akan mengantarkan pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman (wll being)
- Dalam pengambilan keputusan seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran harus memiliki kesadaran penuh (minfullness) untuk menghantarkan muridnya menuju profil pelajar pencasila
- Diperlukan panduan pengambilan dan pengujian keputusan untuk memutuskandan memecahkan suatu masalah agar keputusan tersebut berpihak kepada murid demi terwujudnya merdeka belajar. Sehingga keputusan yang diambil adalah keputusan yang paling tepat, tanpa menimbulkan penyesalan.
Komentar
Posting Komentar